Selasa, 20 April 2010
Kamis, 01 April 2010
Sabtu, 20 Maret 2010
Umuh Tolak Logo Baru Persib
Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), H. Umuh Muchtar secara tegas menolak gagasan penggantian logo Persib Bandung yang diduga datang dari kalangan internal perusahaan dan konsorsium yang memasok dana buat Persib pada Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 ini. Umuh beralasan, mengubah logo lama Persib sama saja dengan mengkhianati sejarah berdirinya klub kebanggaan bobotoh tersebut.
"Ini (penggantian logo, red), bukan lagi sekedar wacana. Tapi sudah akan dilakukan. Buktinya, saya sudah disodorkan sekitar tujuh alternatif logo baru untuk dipilih. Atas gagasan itu, tentu saja saya sangat berang dan marah. Logo Persib tak bisa diganti. Kalau diganti, sama saja dengan melupakan sejarah panjang Persib," papar Umuh kepada wartawan di Mes Persib, Jln. A. Yani Bandung, Selasa (16/3).
Dikatakan Umuh, beberapa anggota direksi dan komisaris PT PBB serta konsorsium beralasan, penggantian logo Persib itu dilakukan karena logo lama identik dengan logo Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. "Saya bilang pada mereka, Persib memang identik dengan Kota Bandung. Persib tak bisa dilepaskan dari Kota Bandung. Ingat, kita tidak menjual Persib kepada konsorsium, tapi hanya sharing. Jadi, mereka tak bisa seenaknya mau mengubah logo," tegas Umuh.
Umuh menjelaskan, logo Persib yang selama ini dikenal masyarakat tidak bisa diganti seenaknya karena itu merupakan bagian dari perjalanan sejarah panjang Persib sejak didirikan pada tanggal 14 Maret 1933. Ia mengatakan, di dalam logo Persib tertera dengan jelas nama Persib dan tahun kelahirannya.
"Jangan-jangan, nanti hari ulang tahun Persib pun akan diganti. Kalau itu diganti, bisa-bisa rumah saya dibakar masyarakat pencinta Persib. Karena itu, dengan tegas saya tolak usulan logo baru itu. Kita akan tetap eksis dengan logo yang lama. Sebab, jati diri Persib ada di Kota Bandung," katanya.
Selain ada upaya mengganti logo, Umuh juga mulai mengeluhkan adanya intervensi anggota konsorsium terhadap sisi teknis. "Intervensi itu mulai ada. Mereka minta pelatih agar menurunkan pemain ini dan itu. Ini tidak boleh terjadi," katanya.
Ketika dikonfirmasi wartawan, salah seorang anggota konsorsium yang menjabat sebagai Wakil Direktur PT PBB, Muhammad Farhan membenarkan adanya rencana penggantian logo Persib dengan alasan logo lama terlalu identik dengan logo Pemkot Bandung. Namun, Farhan membantah soal adanya intervensi konsorsium ke soal-soal teknis.
Bobotoh menolak
Sementara itu, perkiraan Umuh bakal marahnya bobotoh atas rencana penggantian logo Persib itu terbukti. Ketika "GM" menginformasikan rencana tersebut, beberapa pentolan Viking Persib Fans Club terlihat cukup kaget dan langsung mengungkapkan penolakannya.
"Kalau logo Persib diganti, mereka akan berhadapan dengan bobotoh. Logo dan hari ulang tahun Persib tak bisa diubah, karena itulah sejarah Persib," kata Ayi Beutik.
Budi Siap Bahu-membahu dengan Striker Lain
Budi Sudarsono bersiap bahu-membahu bersama striker lainnya untuk menjebol gawang lawan, termasuk melawan PSPS Pekanbaru, Minggu (21/3). Menjelang pemberangkatan ke Pekanbaru, suasana tim tidak terganggu dengan cederanya Hilton.
Skuad Persib sadar mereka harus tetap fokus melakoni pertandingan meski harus ditinggalkan Hilton dalam beberapa pertandingan ke depan.
"Seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya saya akan selalu bermain maksimal jika dimainkan, termasuk pertandingan nanti. Bukan masalah cetak gol, tapi bagaimana kita bisa membawa Persib menang," kata Budi.
Tapi ternyata ada yang membuat skuad Persib tidak mencemaskan kekuatan tim setelah cederanya Hilton. Semua pemain dan pelatih kompak menjawab peran Hilton di lapangan hijau bisa tergantikan Budi. Bobotoh pun menaruh harapan kepada Budigol untuk menjadi striker yang bernaluri gol tinggi sekaligus menjadi pelayan Gonzalez di lini depan, seperti yang diperankan Hilton selama ini.
"Saya akan selalu memberikan yang terbaik untuk Persib jika diberi kepercayaan untuk bermain. Mudah-mudahan kami bisa terus memberikan kemenangan untuk Persib," kata Budi.
Meski Tanpa Hilton, Airlangga Yakin
Tanpa Hilton Moreira, yang terpaksa absen karena dibekap cedera, Persib Bandung tak risau ketika mereka bertanding melawan PSPS Pekanbaru, Minggu sore besok. Tim pelatih mempunyai banyak opsi pemain pengganti Hilton. Satu di antaranya adalah Airlangga "Ronggo" Sucipto.
Musim lalu, Airlangga kerap menjadi supersub hingga dijuluki Golden Boy. Ketika para penyerang Persib mengalami kebuntuan, Ronggo akan dimasukkan pelatih. Hasilnya cukup efektif karena Ronggo kerap membawa Persib meraih hasil maksimal.
Hal itu terjadi lagi di musim ini. Contohnya ketika Persib menjamu Bontang FC beberapa waktu lalu. Saat Maung tertinggal 0-1 hingga pertengahan babak kedua, Jaya Hartono memasukkan Airlangga. Hasilnya, akselerasi Airlangga membuat konsentrasi pertahanan Bontang goyah. Meski tak mencetak gol, ia membawa Persib berbalik unggul 2-1.
Airlangga menyatakan kesiapannya membela Maung Bandung jika diturunkan oleh pelatih. "Saya selalu siap untuk diturunkan. Saat ini kondisi saya sedang bagus," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (20/3). Bahkan, ia berjanji main habis-habisan agar Maung bisa memenangi pertandingan.
Mantan pemain Deltras Sidoarjo ini menambahkan, dirinya memang dikenal sebagai supersub. Tapi, ia juga punya keinginan menjadi starter dalam setiap pertandingan yang dilakoni Persib, termasuk melawan PSPS.
"Intinya setiap diberi kepercayaan saya akan berusaha main maksimal. Jika diturunkan sejak menit pertama, saya tidak akan menyia-nyiakannya," tandas Ronggo.
Ronggo yakin, meski tanpa Hilton, Maung Bandung masih bisa mendulang angka penuh. "Hilton pemain bagus dan sangat berpengaruh di tim. Tentu kami kehilangan. Tapi kami harus terus berjuang agar Persib bisa meraih angka maksimal. Apalagi kami butuh kemenangan untuk menjaga peluang juara," ucapnya.
Langganan:
Komentar (Atom)

